Sidomulyo, gribjayalamsel – Suasana Lapangan Merdeka, Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo tampak semarak sekaligus penuh khidmat. Rabu (14/10/2026). Sebanyak 1.112 peserta yang terdiri dari siswa PAUD, TK, dan Kelompok Bermain (KB) beserta orang tua murid se-Kecamatan Sidomulyo dan Kecamatan Katibung berkumpul mengenakan pakaian serba putih untuk mengikuti Simulasi Manasik Haji.
Kegiatan edukasi keagamaan ini digelar untuk mengenalkan rukun dan tata cara ibadah haji sejak usia dini kepada anak-anak, sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar lembaga PAUD di dua kecamatan tersebut.
Turut hadir membuka dan meninjau langsung jalannya kegiatan, Wakil Ketua Bunda PAUD Kabupaten Lampung Selatan, Reny Aprilia Anwar, didampingi Bunda PAUD Kecamatan Sidomulyo Yuliana, Camat Sidomulyo Fran Sinatra Adung, dan Kepala KUA Kecamatan Sidomulyo Tamsir Ridwan.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Bunda PAUD Kabupaten Lampung Selatan, Reny Aprilia Anwar, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi solid antar lembaga dan partisipasi aktif para orang tua murid yang turut mendampingi buah hatinya.
Senada dengan hal tersebut, Camat Sidomulyo Fran Sinatra Adung menyambut baik dipilihnya Lapangan Merdeka Desa Sidorejo sebagai pusat pelaksanaan acara. Menurutnya, kegiatan positif semacam ini harus terus menjadi agenda rutin tahunan.
"Pendidikan karakter dan penanaman nilai-nilai agama harus kita mulai sejak usia emas atau golden age. Melalui simulasi manasik haji ini, anak-anak tidak hanya belajar secara teori, tetapi merasakan langsung pengalaman spiritual dengan cara yang menyenangkan," ujar Camat Fran Sinatra Adung.
Ketua Panitia Pelaksana, Maryam, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. Ia mengatakan kegiatan berlangsung meriah, lancar dan penuh antusiasme hingga akhir.
"Alhamdulillah, acara berlangsung meriah, lancar dan penuh antusiasme hingga akhir kegiatan. Diharapkan melalui peragaan ini, memori dan pemahaman nilai-nilai keislaman dapat tertanam kuat di hati sanubari anak-anak hingga mereka dewasa kelak," jelas Maryam.
Dengan bimbingan para guru dan pendampingan orang tua, para peserta cilik tampak khusyuk memperagakan seluruh rangkaian ibadah haji sesuai miniatur yang telah disiapkan panitia di lapangan.
Rangkaian manasik diawali dengan niat haji dan mengenakan pakaian ihram serba putih, sembari mengumandangkan kalimat Talbiyah Labbaikallahumma Labbaik secara serentak. Suasana haru terasa saat anak-anak melaksanakan wukuf di Padang Arafah, dimana mereka berkumpul mendengarkan khutbah singkat dan berdoa bersama untuk melatih ketenangan dan rasa khusyuk.
Selanjutnya, anak-anak diajak menuju Muzdalifah untuk mengumpulkan kerikil buatan, kemudian melanjutkan prosesi melempar jumrah di Mina sebagai simbol perlawanan terhadap sifat buruk dan godaan setan. Puncak kegiatan yang paling dinantikan adalah prosesi tawaf, dimana para siswa dengan tertib mengelilingi replika Ka'bah sebanyak tujuh kali putaran sambil membaca doa dan dzikir yang dipandu oleh para guru.
Melalui simulasi yang dikemas ceria dan edukatif ini, diharapkan dapat menjadi bekal spiritual awal bagi generasi penerus yang berakhlak mulia dan cinta terhadap ajaran agama Islam. (Red,Joni)

Social Header