Breaking News

Generasi Muda Kota Dalam, Fikri telah berhasil Menggapai Cita-Cita Menjadi Prajurit

Lampung Selatan, gribjayalamsel -- Rabu, (9-9-2026).
Pagi itu, di tengah barisan yang berdiri tegap, sebuah perjalanan panjang menemukan titik harunya. Di sana, nama Prada Miftahurrijal Fikri menjadi bagian dari upacara penutupan pendidikan setelah melewati masa pendidikan di Pusdikif Ciputat, Bandung Barat.

Bagi keluarga, hari itu bukan sekadar sebuah upacara. Ada rasa haru yang perlahan menghangatkan dada, sebab cita-cita yang dahulu tumbuh dalam impian seorang anak, kini mulai menemukan bentuknya dalam jalan pengabdian.

Fikri merupakan anak pertama dari dua bersaudara, putra dari Rohidin, S.Sos., yang bertugas di Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan sebagai PPUPD Ahli Muda.

Dari keluarga, kebanggaan itu kemudian mengalir menjadi kebanggaan bersama. Sebab Fikri bukan hanya membawa nama kedua orang tuanya, tetapi juga menjadi bagian dari cerita daerah tempat ia tumbuh, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.

Di balik pencapaian tersebut, ada proses yang tidak selalu mudah. Ada ketekunan untuk terus belajar, semangat untuk bertahan, serta kemauan untuk tidak menyerah ketika perjalanan terasa panjang.

Hal itu pula yang membuat Rendi Yansyah (32), paman Fikri, merasa begitu bangga.

Kepada awak media, Rendi menyampaikan rasa bangganya atas perjuangan keponakannya tersebut.

"Saya sangat bangga kepada Fikri. Atas semangat, kegigihan, ketekunan, serta pantang menyerah untuk menggapai cita-citanya,” ujar Rendi.



Menurut Rendi, apa yang diraih Fikri hari ini merupakan buah dari perjuangan yang dijalani dengan sungguh-sungguh. Sebuah pencapaian yang tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi lingkungan tempat Fikri dibesarkan.

Kini, langkah Fikri memasuki halaman baru. Pangkat Prada yang disandangnya menjadi awal dari perjalanan pengabdian yang sesungguhnya.

Dari Sidomulyo, Lampung Selatan, seorang anak muda melangkah membawa doa keluarga. Dan di rumah, kebanggaan itu mungkin tak banyak berkata-kata cukup tersimpan dalam senyum orang tua, dalam haru seorang paman, dan dalam doa agar langkah Fikri ke depan selalu diberi keteguhan.

Cita-cita telah sampai di satu titik. Namun pengabdian, baru saja dimulai.

(Red,Joni)
© Copyright 2022 - Grib Jaya Lamsel