Kepada media ini pada Kamis (10/9/2026), Kepala Desa Ogan Jaya memberikan klarifikasi terkait usaha BUMDes yang disebut berupa penyewaan kandang ayam di Ciamis.
Menurutnya, kandang tersebut memang disewa oleh BUMDes Ogan Jaya, namun ketika disewa kondisinya kosong dan tidak sedang digunakan untuk kegiatan peternakan ayam.
“Yang ada kandang ayam yang bisa disewa di Ciamis. Tidak benar kandangnya ada ayamnya. Betul kandang ayam yang kita sewa sebelumnya punya Irfan, jadi kades kandang ayamnya memang sudah ada ketika kita sewa kandang tersebut dalam keadaan kosong. Dan tidak benar jika Sekdes saya tidak tahu kandangnya,” ujar Kades Ogan Jaya.
Klarifikasi tersebut sekaligus membantah informasi sebelumnya yang menyebut kandang ayam tersebut telah berisi ayam sebelum disewa oleh BUMDes Ogan Jaya.
Namun, penjelasan Kepala Desa tersebut justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat Desa Ogan Jaya.
Warga mempertanyakan sejauh mana usaha BUMDes tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Pasalnya, informasi yang berkembang menyebutkan bahwa pekerja yang menjalankan kegiatan di kandang tersebut justru berasal dari Ciamis, bukan warga Desa Ogan Jaya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian warga karena salah satu tujuan BUMDes adalah mendorong perekonomian desa dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa.
Jika benar BUMDes Ogan Jaya menjalankan usaha peternakan melalui penyewaan kandang di luar daerah, masyarakat tentu berhak mengetahui secara transparan berapa nilai sewa kandang, dari mana modal usaha berasal, berapa jumlah investasi yang dikeluarkan, siapa pengelola usaha, berapa jumlah pekerja, berapa omzet dan keuntungan yang diperoleh, serta berapa kontribusi usaha tersebut terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).
Tidak kalah penting, warga juga mempertanyakan mengapa tenaga kerja dari desa sendiri tidak dilibatkan apabila memang terdapat kebutuhan pekerja dalam kegiatan usaha tersebut.
BUMDes bukan sekadar nama atau badan usaha yang tercatat di atas kertas. Masyarakat berhak melihat bukti bahwa kegiatan usaha tersebut benar-benar berjalan dan memberikan dampak ekonomi bagi desa.
Karena itu, warga berharap Pemerintah Desa Ogan Jaya maupun pengurus BUMDes bersedia membuka dokumen dan laporan pengelolaan usaha kepada masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.
Publik juga menilai transparansi menjadi penting untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul setelah keberadaan BUMDes Ogan Jaya sebelumnya dipertanyakan.
Apakah usaha kandang ayam tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan? Berapa uang desa yang telah dikeluarkan? Berapa keuntungan yang masuk ke kas BUMDes atau desa? Dan yang paling penting, apa manfaat langsungnya bagi masyarakat Ogan Jaya?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut tentu dapat dijawab dengan mudah apabila pengelolaan BUMDes dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Media ini membuka ruang hak jawab kepada pengurus BUMDes Ogan Jaya maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai pengelolaan usaha tersebut.(Red)

Social Header