Lampung selatan,gribjayalamsel — Aktivitas pengiriman material tanah timbun untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan yang dikerjakan oleh PT Tirta Indo Karya sebagai penyedia jasa pada proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) mendapat perhatian positif di lapangan.
Salah satu quarry yang berperan dalam penyediaan material tersebut berada di bawah naungan BPK Agus Salim. Pengelolaan kegiatan di lokasi quarry dinilai cukup proaktif, khususnya dalam penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) selama proses operasional dan pengiriman material.
Kegiatan pengangkutan tanah timbun dilakukan untuk mendukung kebutuhan material proyek PT Tirta Indo Karya. Mobilisasi material dari quarry menuju lokasi pekerjaan menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran progres pekerjaan, terutama ketika kebutuhan material harus dipenuhi secara berkesinambungan.
Di tengah aktivitas kendaraan angkutan dan alat berat, aspek K3L menjadi perhatian. Pengelola quarry tidak hanya berorientasi pada kelancaran produksi dan pengiriman material, tetapi juga berupaya menjaga keselamatan pekerja, pengemudi, pengguna jalan serta kondisi lingkungan sekitar.
Agus Salim selaku pihak yang menaungi kegiatan quarry tersebut dinilai menunjukkan sikap proaktif dalam mengkoordinasikan kegiatan di lapangan. Upaya menjaga ketertiban operasional, keselamatan kerja dan pengendalian dampak lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas quarry.
Hal tersebut penting karena kegiatan penyediaan material untuk proyek pemerintah tidak semata-mata berbicara mengenai volume dan kecepatan pengiriman. Mutu material, legalitas sumber material, keselamatan kerja, serta kepedulian terhadap lingkungan juga harus menjadi perhatian utama.
Dengan pengelolaan yang tertib dan mengedepankan K3L, keberadaan quarry dapat memberikan dukungan positif terhadap kelancaran pekerjaan konstruksi sekaligus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat di sekitar lokasi.
Terlebih, proyek yang dikerjakan PT Tirta Indo Karya merupakan pekerjaan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur pemerintah. Karena itu, seluruh rantai kegiatan, mulai dari sumber material, proses pemuatan, pengangkutan hingga pemanfaatan di lokasi proyek, idealnya dilaksanakan secara profesional, transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Quarry bukan sekadar tempat mengambil material. Di balik setiap ritase tanah timbun terdapat tanggung jawab terhadap keselamatan, lingkungan, kualitas pekerjaan dan kepentingan masyarakat.
Langkah proaktif pengelola quarry di bawah naungan BPK Agus Salim dalam memperhatikan K3L menjadi catatan positif di tengah kebutuhan material yang terus berjalan. Pengawasan dan penerapan standar keselamatan yang konsisten diharapkan dapat terus dipertahankan selama kegiatan pengiriman material berlangsung.
Dengan demikian, dukungan quarry terhadap proyek PT Tirta Indo Karya tidak hanya diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan tanah timbun, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu berjalan aman, tertib, bertanggung jawab dan tetap memperhatikan lingkungan serta masyarakat sekitar.(Red, Joni)


Social Header